Senin, 25 Januari 2016

SISTEM BAHASA ISYARAT INDONESIA-PERASAAN

rasa
Kedepannya akan saya coba untuk menambah kosa katanya. Semoga bermanfaat.
bahagia
BAHAGIA
Tanggan kanan dan kiri B yang mendatar menghadap pengisyarat di depan dada, digerakan ke atas duakali dengan ujung jari menyentuh dada
bingung
BINGUNG
Tangan kanan B yang tegak menghadap pengisyarat dengan ujung jari menempel di dahikanan, digerakan memutar ke atas kiri
gembira 2
GEMBIRA
Jari-jari tangan kanan dan kiri 5 yang tegak menghadap pengisyarat di samping wajah, digetarkan.
kecewa
KECEWA
Tangan kanan K yang mendatar menghadap pengisyarat di depan dada, digerakan ke bawah berakhir dengan B yang telungkup mengarah ke kiri di depan badan
marah
MARAH
Tangan kanan dan kiri C yang mendatar menghadap pengisyarat dan menempel di dada, direnggangkan mendatar ke samping berlawanan arah dengan cepat dan kaku
sedih
SEDIH
Tangan kanan dan kiri B yang tegak menempel pipi, digerakan perlahan-lahan ke bawah diikuti dengan kepala menundukdan berakhir dengan 5 yang terlantang di depan dada.
senang
SENANG
Tangan kanan B yang mendatar ke kiri di depan dada dioleskan ke dada arah ke atas dua kali
takut
TAKUT
Tangan kanan dan kiri I yang mendatar menghadap pengisyarat menempel di dada, digerakan naik turun berganti-ganti.

Kamis, 14 Januari 2016

5 ATURAN HIDUP SEATAP DENGAN MERTUA

5 ATURAN HIDUP SEATAP DENGAN MERTUA

 

oleh: Rixhi Saputra
Jember - Hidup serumah dengan mertua terkadang harus menjadi pilihan pasangan yang baru saja menikah. Penyebabnya bisa berbagai macam mulai dari kondisi keuangan hingga kesehatan mertua.

Apapun sebabnya, tinggal bersama dengan orangtua pasangan bukanlah hal mudah. Seperti yang dikutip dari About, berikut lima peraturan yang perlu diketahui saat Anda akan tinggal di rumah mertua.

1. Tentukan Batasan
Ada baiknya jika Anda membicarakan beberapa batasan yang perlu dilakukan ketika tinggal bersama mertua dengan pasangan, misalnya pekerjaan rumah apa saja yang akan menjadi tanggung jawab Anda selama hidup bersama. Hal ini perlu dilakukan agar Anda ataupun mertua tidak terbebani satu sama lain. Bonusnya, Anda pun mendapatkan imej positif sebagai menantu teladan.

2. Cari Privasi
Satu hal yang dibutuhkan oleh pasangan menikah terutama pengantin baru adalah privasi. Ini merupakan satu-satunya cara agar Anda dan pasangan lebih mengenal satu sama lain. Hal ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan jika tinggal satu rumah dengan mertua. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk menentukan area privasi (kamar tidur, misalnya) dan minta agar sang mertua menghargai hal itu.

3. Jangan Ikut Campur Dalam Perdebatan Keluarga
Tinggal bersama orang tua pasangan, tidak menutup kemungkinan suami Anda bersikap seperti anak-anak lagi. Pasangan mungkin saja merasa kesal atau terjebak dalam situasi yang bisa menyebabkan dia bertengkar dengan orang tuanya. Jika pasangan mulai terlibat dalam pertengkaran keluarga, pergilah ke dalam kamar. Terkadang pertengkaran terjadi karena ritme kehidupan dalam keluarga tersebut, tentu hal itu akan selesai dengan sendirinya.

4. Pilih Hal yang Perlu Diperdebatkan
Selain harus menghindari pertengkaran antara pasangan dengan orang tuanya, Anda juga sebaiknya tak terlibat dalam perdebatan dengan mertua. Tak jarang, mertua memberikan komentar atau melakukan sesuatu hal yang mengganggu, dan Anda boleh memberitahunya jika merasa hal tersebut sudah di luar batas kesabaran.

Misalnya, ketika ibu mertua sering masuk ke kamar Anda tanpa memberitahu terlebih dulu, sebaiknya beritahu dia agar mau mengetuk pintu. Begitu juga sebaliknya, jika sang mertua memberikan komentar mengenai perilaku kakak atau adik Anda saat pesta pernikahan, dengarkan tanpa perlu melibatkan emosi dan perasaan.

5. Mintalah Bantuan Jika Membutuhkannya
Tinggal serumah dengan mertua dan sudara ipar bisa memberikan tekanan bagi siapa pun. Jika situasi menjadi tegang dan selalu ada argumen setiap hari, tak ada salahnya untuk menemui terapis atau konselor pernikahan. Pihak luar yang objektif mungkin bisa bantu mengatasi hal ini dan mengurangi stres Anda. Tidak perlu malu untuk mengakui bahwa Anda membutuhkan pertolongan, terutama jika masalah mertua dan saudara ipar ini mulai merusak kehidupan rumah tangga Anda.

Rabu, 13 Januari 2016

WORKSHOP DISABILITAS/DIFABEL

NORMALITAS

(IDEOLOGI KENORMALAN)

Oleh ; Mas Sapto Nugroho Fasilitator SABDA (Sentra Advokasi Perempuan difabel dan Anak)

Kita harus merubah pandangan tentang ormal dan tidak normal…karena sesungguhnya manusia diciptakan sempurna oleh TUHAN
Orang yang merasakan dirinya cacat adalah mereka yang merasakan dirinya rendah diri,dan merasakan lemah pada dirinya sendiri
Sedangkan orang yang merasakan dirinya normal biasanya mereka cenderung bersifat arogansi

Dan saya mau tanya pada bapak dan ibu sekalian…apakah kita meyakini orang cacat itu ada?

Inti dari manusia normal sesungguhnya adalah
MANUSIA>memiliki NYAWA>mempunyai HATI>raga yang semuanya berfungsi normal..karena itu adalah dasar ideologi kenormalan
Sama-sama memiliki asumsi dan ketakutan pada diri sendiri
Dan penyebab difabel adalah kurangnya interaksi sesama manusia itu sendiri
Dan tingkat sosial yang rendah dari lingkungan masyarakat dia berada…

Selamat pagi Bapak-Ibu semuanya..kita lanjut lagi di hari kedua ini..nah kali ni saya akan membicarakan mode pendekatan-pendekatan pada Disabilitas..
Ada Medical mode yaitu pendekatan individual problem pada Disabilitas seperti Dokter dan pasien,tapi ini terletak hanya pada pengobatan,perawatan medis hingga mereka bisa lebih percaya diri,
Kemudian pendekatan psikologis..nahini yang terpenting,dihampir semua puskesmas di Jawa Tengah itu di taruh tenaga-tenaga psikologis...mungkin di Jember sudah ada?
Belum ada apak...sebenarnya ada,tapi tenaga psikologisnya yang tidak mau pak..

Nah...semoga nanti di Jember juga ada itu,sebenarnya ini ada kaitannya dengan pendekatan medical tadi...jadi pendekatan medis harus harus di dampingi dengan pendekatan psikologis,misalnya tadinya orang itu mentang-mentang hebat dan berkuasa tiba-tiba menjadi Disabilitas,nah itu bisa di obati secara medis dan pendekatan psikologis..maka muncullah kebijakan kesehatan sekarang,dimana dulu orang sakit identik sembuh dengan di suntik dan itu terjadi di jaman era 80-90’an,namun seiringpesatnya kemajuan medis maka saat ini cukup dengan obat saja untuk menangani sakit,karena sistem injeksi hanya di perlukan saat kondisi terpaksa..
Kemudian ada pendekatan sosial.
Misalnya Wawa,jadi dia pendekatannya dengan teman-temannya seperti Vian,Antok,Hasabian,saya(Mas Awang) dan mas Sapto,jadi bedanya di situ meluas hingga muncul namanya komunitas-komunitas...jadi fokusnya bukan untuk satu dua orang saja tetapi untuk banyak orang...permasalahan layanan publik lainnya jadi permasalahan Disabilitas adalah saat pembuatan rekening di bank,kebanyakan tidak boleh oleh pihak bank,kalau di bilang ini demokrasi ekonomi ya bagaimana caranya ini bisa di atasi,karena kami orang-orang produktif,kami juga punya akal,kami juga punya hak untuk menabung,tapi kenapa malah dipersulit...masalahnya kami(Disabilitas)selalu di kaitkan dengan kelemahan seprti bagian tangan saat untuk menanda tangani rekening,tapi kita masih ada cara lain misalnya dengan cap jempol,karena cap jempol itu satu kekuatanbukti dimana itu adalah identitas asli manusia yang tidak bisa di akali jadi kenapa harus dipersulit,aneh tidak?
Itu yang membuat tidak sinkron dengan pernyataan kebebasan berekonomi,sama saja negara yang semakin mengucilkan kami(Disabilitas)
Nah lanjut...inklusi,nah ini yang banyak di sebutkan orang tentang inklusa-inklusi...kenapa inklusi?!...karena pasar tradisional tidak ada pembedaan,karena menurut pengalaman saya,di pasar itu semua orang ada,semua suku juga ada kan...tapi kalau pasar kapitalis ada tidak seperti di pasar tradisional,lihat kita(Disabilitas) saja mereka pasti sudah mikir-mikir...ini mau beli,apa mau minta sumbangan..disitu sudah menunjukkan bahwa yang satu eksklusif dan yang satunya inklusif
Artinya disitu ada eksklusif seperti di pasar tradisional tadi,inklusif itu artinya terbuka pak...yang dapat di akses semua orang,sedangkan pasar kapitalis,itu membatasi atau terbatasi.
Sampai disini mungkin ada pertanyaan?

Kalau model pemaksaan?,eee...maksud saya gini saya pernah punya teman,dia dikatakan difabel karena kecelakaan,dia merasa malu,jadi dengan saya,ya saya paksa untuk hidup seperti biasanya,seperti ngopi dan nongkrong...dan itu bisa dilakukan meskipun suasananya jadi agak kakku sedikitlah...
Itu kan metode pendekatannya mas..di beberapa kasus itu dilakukan teman-teman itu juga nggak jauh beda dengan **njenengan,itu namannya pendekatan sosial mode..
**njenengan=Anda
Tetapi yang dialami itu ada masalah dalam pendekatan medical mode,yang belum tuntas,jadi kalau medical mode itu,jadi bantuannya adalah pendekatan psikologis untuk membangkitkan semangatnya lagi...
Di desa saya ada juga pak difabel,kita sudah sering mengajak dia untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dianyanggak pernah mau datang,saat saya tanya dia malu untuk datang..
Kembali lagi,itu butuh pendekatan psikologis bu..dan itu nggak bisa langsung berubah,butuh adaptasi dan waktu,motivasinya itu anda yang tau karena satu lingkungan...

BRAIN STORMING

WORKSHOP MAINSTREAMING DISABILITY
UNTUK TOKOH MASYARAKAT DAN SKPDH
Tgl 17-19 November 2015 di hotel Aston Jember

Oleh; Mas Awang Trisnamurti fasilitator SAPDA (Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anakl)

Pembahasan Tentang Brain Storming

Assalamualaikum wr.wb…
Oke…saya Awang Trisnamurti,biasa di panggil Awang saya asli Kalimantan Kutai Kertanegara,jadi orang Jawa sejak 1979,saya merantau ke jawa tepatnya Yogyakarta,Istri saya orang Cilacap,anak saya enam,justru saya seorang netra,tetapi saya sudah bisa melihat kembali dengan normal
Justru Netra adalah Disabilitas non permanen,karena mata bisa dicangkok dengan adanya donor mata,tapi tidak ada donor kaki,donor tangan…yang ada donor mata seperti yang saya alami saat ini.Jadi perkembangan tekhnologi sangat membantu disabilitas ,

Bahasa disabilitas ini secara internasional sudah di akui oleh dunia yang mana bahasa sebelumnya adalah difabel
Yang mana komentatornya adalah penyandang disabilitas juga..
Oke..saya lanjutkan lagi,jadi penyandang disabilitas justru sekarang jadi mainstream bagi masyarakat awam,khususnya di wilayah pedesaan…
Dimana mereka berhak tercatat di dispenduk capil..
Seingat saya,ketika saya masih kecil dulu para penyandang cacat di asingkan,tidak boleh keluar rumah karena menjadi aib keluarga,bahkan beberapa ada yang mendapat perlakuan ekstrim dari keluarga atau di lingkungan dia berada…
Mereka melihat kami (difabel) seolah rombongan sirkus…
Kok main sirkus **ngomong wae ora cetho,mlakune dingklang,motone ora awas
**ngomong wae ora cetho,mlakune dingklang,motone ora awas
Bicara saja tidak jelas,jalannya sempoyongan,melihat tidak jelas

Tetapi ada juga yang menjadikannya (difabel) sebagai klenik bagi mereka yang menganggap mereka (difabel) sebagai orang linuwih**,atau orang keramat (**LINUWIH=orang yang memiliki kelebihan di luar nalar.)
Seiring perkembangan jaman saat ini mereka (difabel) sudah mulai mendapatkan persamaan hak sama seperti yang lain,seperti pendidikan,kesehatan dan pekerjaan…
Kita sudah melakukan banyak hal untuk mendukung segala keinginan saudara-saudara kita khususnya difabel agar mereka lebih percaya diri di kemudian hari…
Dan kenapa kita yang hadir di sini menjadi kunci kesuksesan bagi para teman-teman difabel,karena disini kita harus menyamakan persepsi kita agar bisa selaras…dan jika kita disini sudah tidak selaras dalam berpikir
Maka selamanya kita tidak akan berpikir secara selaras…
Kira-kira seperti itu gambarannya.

kita awali dengan persiapan materi Brain Storming…
Tujuannya adalah kita akan mendapat secara keseluruhan pemahaman tentang disabilitas
Difabel adalah bentuk gerakan perjuangan dari teman-teman disabilitas yang sampai saat ini kita masih memperjuangkan hak kita sebagai warga Negara
Jadi kita semua akan berdiskusi tentang pengalaman bertemu disabilitas dan pengalaman sebagai disabilitas dan Hambatan yang kita temui sebagai disabilitas kira-kira apa?
Sudah di kasih pelayanan tapi tidak jalan…nah ini kira – kira apa?
Nanti akan kita bahas di materi workshop
Oke dilanjut… nah ini di Negara kita ada undang-undangnya tentang disabilitas,bahkan di daerah-daerah banyak membuat Perda
Bahwa ini menunjukkan tentang hak disabilitas tentang kesetaraan perlakuan,api kenyataannya ini masih berjalan tidak sempurna…nah disininanti akan menjadi bekal  bagi Bapak  Ibu sekalian sebagai acuan kita punya dasar yang jelas .

Tadi pas sarapan pagi sama mas Sapto …**Lek kabeh uwong iki kok podo ngomongno inklusa inklusi iki opo to sakjane inklusi?
**Semua orang kok pada membicarakan inklusi sebenarnya apa sih inklusi itu?
Ini adalah pertanyaan dari salah satu fasilitator dari mas Sapto
Tapi memang sekarang ini hamper semua orang membicarakan inklusi untuk segala bidang…
Contohnya,jika kesehatan programnya ada kata inklusi ini akan menjadi sebuah kesuksesan dari program tersebut…bahkan di social dan pendidikan juga begitu..walaupun prakteknya tidak melakukan itu…
Jadi disini yang kita bahas adalah pahamnya tentang inklusi,sesuatu yang ternyata  membuat banyak orang berniat untuk membicarakan itu,tapi disisi lain justru menjadi hambatan kita untuk memahami itu semua
Dan disini kita akan membahas konsep tentang inklusi
Na kita lanjut lagi…untuk kenyamanan disabilitas  pengguna tongkat seperti Mas Sapto ini yang di butuhkan apa?,untuk layanan public hingga menjadi lebih fleksibel…
Contohnya apakah loket puskesmas masih menggunakan loket jeruji seperti sangkar atau sudah mengunakan meja? 
Ini contoh aksesbilitas layanan publik bagi pengguna kursi roda dan manfaatnya,pengguna yang lain akan lebih mudah..
Apa lagi bagi netra  jika mereka keluar orang akan tanya “Bapak mau mijat dimana?
Sampai muncul pertanyaan seperti itu kenapa kira-kira?
Itu adalah karena faktor lingkungan yang memberi Label pada Netra,jadi Label pada Netra itu identik dengan julukan tukang pijat,nggak akan percaya jika beberapa ada yang bergelar Doktor,Insinyur bahkan ada yang Profesor
Itu di sebabkan label atau stigma ini yang mengakibatkan interaksinya kurang baik tidak setara
Pertanyaannya adalah apakah yang sudah dilakukan pak Rudi selaku DINSOS…?
Tentunya di desa maupun di kota punya program lain dan melakukan upaya-upaya tersebut…
Setelah ini kita kedepannya kita buat rencana tindak lanjut mau apa?
Tentunya bukan program tidak lanjut lo ya….
Setelah kita mengetahhui minimal beberapa hal terjadi ,kita membuat program rencana tindak lanjut sesuai PERDA 2007.

Apakah Dinas Sosial pernah tau atau pernah membaca itu?
Itu sebenarnya umum ya Pak…di setiap wilayah pasti ada aturan hukumnya,tapi sering kali tidak tersosialisasikan dengan baik,sehingga yang tau istilahnya itu sendiri hanya si pembuat hukum itu sendiri
Minimal kita disini,setelah kegiatan ini minimal kita ada wadah atau forum,jadi kita bisa sharing dan saling berbagi…apapun nanti nama forumnya dan bentuknya ,segera bergerak terkait dengan Disabilitas
Nantinya akan bisa jadi gerakan bagus di Jember selain terkenal dengan karnaval di jalannya…
Oke itu pengantar saya tentang workshop
Kalau begitu kita segera masuk pada materi pertama tentang Brain Storming

FAKTOR-FAKTOR PELUANG MENJADI DISABILITAS

Orang-orang yang di sebut sebagai disabilitas mereka yang di sebut sebagai TUNA
Dan telah di temukan mengapa mereka disebut Disabilitas
Secara keseluruhan jika kita temukan ini maka kita akan lebih paham saat menghadapi teman-teman Disabilitas.
Jadi sesungguhnya menurut pembahasan kita tadi
Bahwa setiap orang siapapun dia berpotensi menjadi Difabel
Contohnya mungkin bapak ibu ada yang tahu?
Misalnya
1-KESAMBET
2-FAKTOR ALAM/BENCANA ALAM
3-KURANG GIZI
Dll
Nah dari temuan kita ini saja bahwa setiap orang berpotensi menjadi difabel
Termasuk kita yang non difabel
Ada juga  yang di sebut Difabel berat itu adalah orang yang lumpuh total
Sedangkan Lansia adalah masa dimana kita menjadi disabilitas
Yang di maksud Difabel adalah orang yang sudah di labeli penyandang Disabilitas oleh lingkungan sekitar
Difabel adalah kelompok masyarakat yang membuat menjadi difabel,
Pihak yang menjadikan mereka difabel,secara sosial yang terjadi mereka adlah yang memiliki kekuasaan,disabilitas itu muncul karena di ciptakan lingkungan itu sendiri,cara pandang perlawanan kepada pihak yang melabeli seorang disabilitas
Difabel itu sebenarnya sama normalnya dengan kita hanya saja kemampuannya yang berbeda
Difabel itu bentuk perjuangan kesetaraan penyandang cacat di kehidupan

Seperti yang ertera di UU RI NO.19//TAHUN 2012 tentang hak dan kesetaraan penyandang cacat


Selasa, 12 Januari 2016

AIR TERJUN WATU ONDHO JEMBER

WISATA ALAM JEMBER

AIR TERJUN WATU ONDHO(tangga) 

Apa yang terlintas di pikiranmu saat ditanya tempat wisata di Kabupaten Jember?!
Saya yakin sembilan puluh persen akan menyebut Papuma...!!!
sebagai destinasi wisata yang kali pertama terlontar.
Selanjutnya?! Mungkin akan menyebutkan Pantai Watu Ulo, Rembangan, Air Terjun Tancak dan TN Meru Betiri. Cuma itu saja?! Eits, tunggu dulu, deretan lokasi wisata di Jember nampaknya akan semakin bertambah seiring dengan cepatnya informasi yang menyebar di kalangan pecinta jalan-jalan di wilayah tapal kuda.
IMG_0055
Jembatan awal dimulainya trekking menuju Air Terjun Watu Ondo
Saya asli Jember, namun dua tahun terakhir harus rela mutasi dari kota penghasil suwar-suwir dan prol tape ini, dikarenakan masalah pekerjaan. Ya, mendapat penempatan di Banyuwangi membuat intensitas saya dengan kota kelahiran ini sedikit berkurang. Sampai-sampai belakangan, saya sempat tertegun dengan berbagai destinasi wisata “baru” yang diposting di beberapa blog dan jejaring sosial milik beberapa komunitas travelling Jember. Salah satu yang membuat saya penasaran ingin mengunjunginya langsung adalah Air Terjun Watu Ondo.
Untuk menuju ke Air Terjun Watu Ondo, kita harus berkendara ke arah Selatan Jember. Tepatnya menuju ke kawasan Perkebunan Kotta Blater yang masuk ke dalam teritori Kecamatan Tempurejo. Dibutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit berkendara dari pusat kota menuju ke pintu masuk perkebunan.
IMG_0056
(CREW JEMBER EXPLORER)
Semak di alam terbuka, salah satu jalur yang harus dilalui
Begitu memasuki kawasan yang dikelola oleh PTPN XII ini, kita akan disuguhi pemandangan hijau khas perkebunan. Jalanan yang harus dilaluipun masih berwujud tanah berbatu, yang pada saat saya berkunjung terdapat beberapa titik jalanan berlumpur. Namun jangan khawatir, jalanan perkebunan ini masih bisa dilalui motor dengan mulus. Butuh sekitar satu jam berkendara hingga kita tiba di Desa Afdeling Terate. Sesampainya disana, kita bisa menitipkan motor di rumah salah satu warga. Karena jalan menuju ke air terjun semakin sempit, tidak memungkinkan dilalui menggunakan motor jika kalian belum mengenal medan yang ada.
Setelah menitipkan motor, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Walaupun sinar matahari waktu itu begitu terik, namun apa yang ditawarkan alam akan mensugesti kita untuk terus mengayunkan langkah dengan semangat menuju ke Air Terjun Watu Ondo. Bayangkan, berbagai view bisa kita jumpai sepanjang perjalanan. Dimulai dengan perkebunan karet, dilanjut dengan berjalan di tengah-tengah semak yang berada di padang terbuka, menyeberangi beberapa aliran sungai yang tidak begitu deras, memasuki kawasan hutan tropis, hingga menyusuri sungai yang airnya segar sampai menuju ke muara. Benar-benar perjalanan yang tidak membosankan bukan?! Apalagi ditemani oleh beberapa sahabat…
IMG_0070
Berjalan masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri untuk melihat Air Terjun Watu Ondo adalah pengalaman yang sangat menarik. Kenapa?! Karena kita harus menyusuri tepian sungai dan tak jarang harus menceburkan kaki di air sungai yang bersih. Memilih jalan dengan lompat dari batu satu ke yang lain memberikan sensasi tersendiri. Ditambah lagi suasananya yang sejuk karena pepohonan besar yang rimbun semakin membuat kita menyatu dengan alam. Bahkan, ketika berhenti untuk sekedar menenggak air mineral, saya bisa melihat ikan-ikan sungai kecil yang sedang berenang. Wow lokasi ini masih benar-benar alami dan ekosistemnya masih terjaga dengan baik menurut saya.
IMG_0067
Menyusur sungai di sepanjang perjalanan
IMG_0073
Ternyata di lokasi ini terdapat tiga air terjun yang bisa dikunjungi. Air terjun pertama adalah Air Terjun Watu Gedheg. Saya kurang mengerti kenapa air terjun ini dinamakan Gedheg, yang dalam Bahasa Indonesia artinya dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Mungkin dindingnya yang tegak lurus dan bertekstur menyerupai gedheg. Air Terjun Gedheg ini memiliki ketinggian sekitar delapan meter dengan kolam kecil di bawahnya. Nampak beberapa remaja sedang asyik melompat dari atas air terjun ketika saya tiba di lokasi pertama ini. Byurrr…!! Seru sekali nampaknya. Namun sahabat saya berkata, “Masih rame, kita ke air terjun yang ada di atas dulu…”. Karena kali pertama kesini, jadilah saya hanya mengikuti komando sahabat saya waktu itu.
IMG_0171
Menuju ke air terjun kedua yang jaraknya tidak begitu jauh membutuhkan sedikit usaha. Entah untuk memotong jarak atau memang itu satu-satunya jalur yang harus kita lalui. Yang pasti pada saat itu di salah satu spot, saya dan rekan-rekan harus berjalan jongkok satu per satu untuk melewati tepian jurang. Jangan parno dulu, memang jurang, namun jalan yang ada masih tergolong aman. Jadi kita tidak membutuhkan peralatan lain semisal tali atau lainnya, hanya dibutuhkan ekstra hati-hati agar tidak terpeleset.
IMG_0125
Hati-hati ya kalu melalui jalur ini, waspada…
IMG_0167
Trekkingnya cukup menantang buat kamu yang suka berpetualang dan nggak membosankan
Tidak lama berjalan kita sampai di air terjun kedua, Watu Mejo namanya. Dinamakan Mejo karena bentuk batunya besar menyerupai meja. Yah, saya sih menduga demikian, hahaha… Di Watu Mejo ini aliran airnya tidak terlalu deras. Cocok dijadikan lokasi untuk berendam. Warna air yang nampak sedikit berwarna hijau tosca membuat siapa saja yang berkunjung ke sini ingin menceburkan diri. Berendam sejenak untuk membasuh keringat yang tiada henti mengucur di sepanjang perjalanan menjadi sebuah kewajiban. Airnya juga bersih dan terasa begitu segar sesaat setelah kita menceburkan diri disana.
IMG_0161
Ini, Air Terjun Mejo(meja)...!!!
IMG_0084
Puas berendam di Air Terjun Mejo, kita melanjutkan perjalanan kembali menuju air terjun ketiga yang menjadi tujuan utama kita kemari. Air Terjun Watu Ondo. Sebuah air terjun pendek namun memiliki pesona yang tidak kalah menarik dengan air terjun biasa. Menurut sahabat perjalanan saya waktu itu, dinamakan Watu Ondo karena di sisi sebelah kanan tekstur batuannya seperti tangga, jadilah dinamakan begitu. Disini kalian juga bisa berenang dan lompat ke kolam kecil yang ada di air terjun. Kolam yang tidak terlalu dalam, mungkin hanya memiliki kedalaman sekitar dua meter namun masih bisa dibuat seseruan dengan lompat dari pinggir batuan di sekitar kolam. Hahay, puas-puasin deh berenang dan bermain air disini. Tetesan air yang mengaliri batuan besar begitu menyegarkan dan mampu menghilangkan segala kepenatan.
IMG_0179
Air Terjun Watu Ondho(tangga)
IMG_0192
Hari semakin siang, namun waktu seolah berhenti di air terjun ini. Keseruan bermain bersama alam membuat kita betah untuk berlama-lama. Jika tidak mengingat kalau masih ada satu air terjun yang belum kita ajak “bermain” tentu kita akan menghabiskan banyak waktu di Air Terjun Watu Ondo sini.
IMG_0223
Di sebelah Air Terjun Watu Ondo terdapat pancuran kecil. Disana kita bisa berenang sepuasnya
Kembali ke Air Terjun Gedheg kita tidak melalui jalur yang sama. Sedikit memutar dan medannya lebih naik turun dibandingkan jalur sisir sungai di awal keberangkatan.
Benar kata sahabat saya, ketika kita sampai di Air Terjun Gedheg, serombongan remaja tadi sudah tidak nampak. Jadilah kita berasa memiliki kolam renang pribadi, hahay... Kolam berwarna hijau tosca beserta dengan air terjun yang mengalir tidak terlalu deras. Lagi-lagi saya langsung copot baju dan nyebur. Segeeerrr…!!! Kolam disini agak dalam dibandingkan dengan Air Terjun Watu Ondo, jadi buat kalian yang belum bisa berenang, main-main di tepian saja ya, hehehe…
IMG_0209
Yiipppyyy…!! Main lomcat-loncatan di Air Terjun Gedheg
Beberapa sahabat saya malah mencoba memanjat batuan di tepi air terjun dan melompat dari atas. Ya, dari ketinggian kurang lebih delapan meter. Byuuurr…!! Saya yang takut ketinggian cuma bisa terpana melihat mereka lompat dengan serunya. Cukuplah saya lompat di Gunungkidul dari ketinggian sepuluh meter. Jadi, untuk menghilangkan rasa mupeng, saya cuma melompat dari tepian kolam yang tidak terlalu tinggi. Yang penting melompat sih, hahaha…
Hari itu saya benar-benar puas. Setelah lama tidak memiliki waktu untuk mengeksplor keindahan Jember, akhirnya kangen saya terobati. Ngayap seharian dari pagi pulang sore, trekking di dalam TN Meru Betiri, bermain air, hunting foto dan bertemu beberapa sahabat perjalanan baru.
IMG_0122
Beberapa kolam tambahan yang bisa kita gunakan untuk bermain air
Air Terjun Watu Ondo memilik pesona tersendiri bagi para penikmat keindahan alam. Sebuah paket wisata yang menawarkan berbagai kegiatan outdoor lengkap. Mungkin kunjungan selanjutnya saya akan membawa bekal makanan untuk dimakan bersama dengan sahabat perjalanan. Sebungkus nasi campur dengan sambal atau nasi jagung lengkap yang dibungkus daun pisang mungkin bisa menambah suasana piknik di alam terbuka.
Watu Ondo masih begitu alami, jarang ada sampah yang terlihat ketika saya berkunjung. Binatang penghuni taman nasional juga masih banyak terlihat. Kupu-kupu, ikan, laba-laba, burung, sampai ular yang saya lihat sedang meliuk-liuk di air sungai ketika perjalanan pulang. Jadi siapa saja kamu yang berencana mengunjungi air terjun disini, tolong tetap memperhatikan kelestarian alam ya.

"Membaca Disabilitas dalam Sejarah Masyarakat Indonesia”

Seminar Internasional Jurusan Sosiologi "Membaca Disabilitas dalam Sejarah Masyarakat Indonesia”

Jurusan Sosiologi bekerja sama dengan Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) UB mengadakan seminar Internasional yang berjudul “Membaca Disabilitas dalam Sejarah Masyarakat Indonesia”. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Senin, 9 September 2013 di gedung Rektorat lantai 8 Universitas Brawijaya. Dalam forum tersebut hadir pembicara Prof .Peter Carey PhD seorang peneliti bidang sejarah di Jawa sekaligus seorang emeritus professor pada Oxford University, Maman Sunarman seorang aktivis disabilitas, Slamet Thohari dari Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) UB dan Arif Budi Nugroho selaku dosen Sosiologi Universitas Brawijaya. Dalam seminar tersebut dibahas bagaimana disabilitas dikaji dalam ilmu sosial dan kaitanya dengan masyarakat Indonesia. Tujuan dari  seminar ini mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menjadi wilayah penggodokan isu-isu disabilitas, dan bagaimana mendekatkan kajian akademik pada isu-isu disabilitas yang merupakan bagian dari masyarakat yang sering terlupakan Rangkaian acara seminar ini terbagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama adalah sesi diskusi dengan narasumber Maman Sunarman dan Arif Budi Nugroho. Maman Sunarman selaku aktivis difabel banyak memaparkan mengenai penyandang disabilitas dalam dunianya sehari-hari. Dalam pemaparan tersebut, beliau banyak menceritakan beberapa pandangan masyarakat yang masih menganggap kaum difabel adalah kaum yang masih lemah dan perlu dikucilkan. Beliau juga banyak menjelaskan bagaimana penyadaran kepada masyarakat untuk memperlakukan difabel setara masih harus terus banyak dilakukan. Pada sesi yang sama, Arif Budi Nugroho selaku narasumber kedua menjelaskan tentang masyarakat difabel yang ada di Indonesia sejak jaman kolonial hingga sekarang. Dalam penjelasannya digambarkan bagaimana sebenarnya pada masa kolonial telah terbentuk aturan yang menganggap difabel masih harus dipisahkan dengan masyarakat normal. Hal tersebut yang terus direproduksi masyarakat hingga sekarang dan berakibat pada peminggiran kaum difabel. Peminggiran kaum difabel dari masyarakat tersebut dikarenakan kontruksi sosial masyarakat. web 1
Sesi diskusi I dengan narasumber Maman Sunarman dan Arif Budi Nugroho
Sesi kedua adalah sesi diskusi yang dilangsungkan oleh 2 narasumber lainnya yaitu Prof. Peter carey dan Slamet Thohari. Dalam pemaparannya Prof Peter carey banyak bicara mengenai sejarah di Jawa mengenai disabilitas yang berkaitan dengan wayang. Dalam penuturannya tersebut beliau menyatakan mengenai wayang yang merupakan simbol dari kewibaan masyarakat Jawa dan merupakan cerminan realitas. Dalam Wayang juga terdapat kisah tentang disabilitas. Misalnya  Punakawan, semar, gareng, petruk, bagong yank digambarkan difabel. Punakawan tersebut dalam pewayangan merupakan simbol harmoni dan memiliki kesaktian yang dapat mengendalikan alam.  Dalam masyarakat Jawa, ada pemikiran macam-macam tentang disabilitas. Menurut masyarakat Jawa ada beberapa sebab orang menjadi difabel: 1) karma, 2) bentukan supranatural, 3) ilmu hitam. Dalam penjelasannya lebih lanjut, beliau banyak bercerita juga tentang Pangeran Diponegoro yang juga memiliki seorang punakawan yang difabel. Punakawan tersebut bertugas membantu dalam tugas-tugas pangeran Diponegoro karena dianggap memiliki kesaktian.
web 3
Peserta Seminar "Membaca Disabilitas dalam Sejaran Masyarakat Indonesia"
Di lain pihak, Slamet Thohari selaku narasumber kedua yang juga merupakan aktivis difabel PSLD UB mengatakan mengenai kondisi difabel yang semakin bertambah di kota Yogyakarta dan Indonesia. Sebelum gempa 2006 data difabel di Yogyakarta adalah 17.000, setelah gempa menjadi 26.000, terjadi kenaikan yang signifikan. Selain itu, di Indonesia berjumlah sekitar 15% dari total penduduk Indonesia yaitu sekitar 36 juta. Jumlah tersebut akan bertambah karena negara kita berada di ring fire, banyak gunung berapi dan potensi besar bencana gunung meletus serta tsunami. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa,  Terdapat kontesting ide antara pandangan islam dan sosial modern. Bahwa disabilitas perlu disantuni dan disabilitas harus diberdayakan. Aksesibilitas bagi disabilitas belum mampu dimengerti oleh semua masyarakat. Seperti contohnya, orang tua akan lebih memilih anakanya di rumah daripada harus ke luar rumah, karena merasa malu dan lain sebagainya. Sedangkan disabilitas harus diberdayakan dengan arti, mereka dianggap layaknya warga negara yang lain. Mendapatkan hak dan kewajinan sama. web 2
Sesi Diskusi II dengan Narasumber Prof .Peter Carey dan Slamet Thohari
Dalam sesi tersebut, terlihat para peserta sangat antusias. Pada sesi tersebut dibuka pertanyaan untuk para penonton. Sebagian dari mereka banyak yang menanyakan bagaimana mencari jalan keluar atas fenomena disabilitas di masyarakat, mengingat masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pemberdayaan difabilitas yang ideal. Pada sesi pertengahan diskusi, ditampilkan juga Yohana, seorang difabel mata yang berkuliah di Fakultas Ilmu Budaya sekaligus penyanyi jebolan X factor Indonesia, ajang pencarian bakat di televisi. Dalam sesi istirahat tersebut, Yohana menyanyi sebanyak 2 lagu. Penonton terpukau dengan kualitas suara Yohana.(aks) web 5
Yohana, menyanyi dalam sesi pergantian diskusi
web 6
Tim Panitia Jurusan Sosiologi, Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) UB dan Narasumber

Sejarah Difabel

Mengenal Disabilitas melalui Sejarah

Malang, Solider-. Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya Malang menggelar seminar internasional yang berjudul “Membaca Disabilitas dalam Sejarah Masyarakat Indonesia” pada Senin (9/92013). Seminar tersebut mendatangkan ahli sejarah dan budaya Prof. Peter Carey dari Oxford University.
Peter mencontohkan beberapa difabel pada tokoh pewayangan seperti Raden Dastarata yang difabel netra dan Arjuna yang berjari enam. Dalam kajian, hal tersebut menjelaskan bahwa sebelum era kolonial masyarakat sudah menyadarai keberadaan difabel di lingkungannya. Namun, dahulu para difabel tersebut sering dikaitkan dengan seseorang yang memiliki kesaktian. Sampai sekarang, tidak sedikit orang yang mempercayai bahwa difabel merupakan seorang sakti.
Pada era kolonial, difabel dianggap sebagai seorang yang tidak produktif sehingga pemerintah mengupayakan untuk ‘menormalkan’ penyandang disabilitas melalui rehabilitasi. Difabel mulai diberi keterampilan yaitu memijat dan menjahit. Sampai sekarang,  kedua keterampilan tersebut masih terus digalakkan sebagai suatu keterampilan yang nantinya dapat membantu penghidupan difabel. Di era pascakolonial, banyak korban perang mengakibatkan peningkatan jumlah difabel di Indonesia. Yayasan yang menaungi difabel dikelola oleh orang Indonesia sendiri setelah Belanda pergi dari Indonesia. Namun, seiring berkembangnya waktu fasilitas umum di beberapa daerah di Indonesia masih belum akses bagi difabel.
Slamet Tohari menambahkan dalam artikelnya yang berjudul “The Shift of Disability Conception in Javanese Society: A Case of Yogyakarta” bahwa Difabel di Yogjakarta tidak memiliki kemudahan akses dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hampir dalam semua aspek para difabel kesulitan untuk mengaksesnya seperti pada pelayanan umum, transportasi, lembaga pendidikan, dan pasar. “ Hal tersebut menyulitkan difabel untuk mendapatkan pekerjaan,” terangnya. Penting untuk mengetahui dinamika sejarah difabel dari satu zaman ke zaman yang lain agar masyarakat memahami keberadaan mereka di tengah kehidupan sosial. Jika dahulu difabel adalah korban perang, untuk zaman seperti saat ini banyak orang menjadi difabel diakibatkan kecelakaan. Tentu keadaan seperti itu bukanlah keinginan setiap orang,  diskriminasi yang sering diterima oleh difabel juga bukan harapan mereka.

post ulang :Rixhi Saputra

Inklusi sosial itu apa?

 

Pengertian Inklusi

oleh : Rixhi Saputra 
 
Pengertian inklusi digunakan sebagai sebuah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka; mengajak masuk dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan lainnya. Terbuka  dalam konsep lingkungan inklusi, berarti semua orang yang tinggal, berada dan beraktivitas dalam lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat merasa aman dan nyaman mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya. Jadi, lingkungan inklusi adalah lingkungan sosial masyarakat yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan dan menyenangkan karena setiap warga masyarakat tanpa terkecuali saling menghargai dan merangkul setiap perbedaan.
Inklusi membawa perubahan sederhana dan praktis dalam kehidupan masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, kita menginginkan tinggal dalam lingkungan masyarakat yang memberikan rasa aman dan nyaman, yang memberikan peluang untuk berkembang sesuai minat & bakatnya, sesuai cara belajarnya yang terbaik, yang mengupayakan kemudahan untuk melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai warga masyarakat.
Perubahan sederhana dan praktis menjadi ciri dari lingkungan inklusi. Dalam lingkungan inklusi, perubahan sederhana dan praktis merupakan upaya memudahkan setiap individu melakukan setiap kegiatannya dalam kehidupan sehari-hari.  Contoh perubahan sederhana dan praktis :
    • Ada selokan yang terbuka di sepanjang jalan dan banyak batu-batu di pinggir selokan itu, perubahan apa yang bisa dilakukan oleh warga setempat?
    • Beberapa warga berpikir, menutup selokan adalah pekerjaan dari departemen pekerjaan umum, sikap mereka menunggu karena mereka tidak punya hambatan menggunakan jalan tersebut.
    • Beberapa warga lain seperti orangtua yang lanjut usia, anak-anak kecil di bawah usia sekolah, mereka yang baru terkena penyakit struk, mereka yang memiliki kesulitan melihat, mereka yang berjalan dengan menggunakan tongkat atau kursi roda atau ibu yang sedang hamil merasa kesulitan, tidak aman dan tidak nyaman menggunakan jalan tersebut.
Perubahan sederhana dan praktis yang diharapkan adalah :
  • Salah satu warga pergi melaporkan pada pihak yang mempunyai tugas perbaikan jalan;
  • Sekelompok warga lainnya dapat bekerja sama menutup selokan dengan papan dan memindahkan batu-batu besar, sehingga setiap warga nyaman dan mudah menggunakan jalan tersebut.
Jelas dari contoh ini, bahwa setiap orang mendapatkan manfaat dari perubahan sederhana dan praktis.
Dengan gambaran di atas tercermin bahwa inklusi sebetulnya sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Mengingat pada dasarnya manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bentuan dari orang lain. Untuk itu seperti apa pemahaman yang benar terhadap masyarakat inklusi?
Masyarakat inklusi adalah kita semua dalam wilayah tertentu, yang saling bertanggung jawab untuk mengupayakan dan menyediakan kemudahan berupa bantuan layanan dan sarana agar masing-masing di antara kita dapat terpenuhi kebutuhannya, melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya.
Secara umum dapat diupayakan ketersediaan layanan dan sarana bagi semua warga masyarakat, tetapi dengan catatan tidaklah bisa sama untuk semua orang walaupun mereka tinggal dalam satu lingkungan masyarakat. Hal itu karena setiap individu dalam masyarakat unik dan berbeda. Dengan demikian maka setiap orang dalam masyarakat membutuhkan cara berbeda berupa layanan dan sarana khusus yang sesuai dan tepat dengan keunikan dan kebutuhan khususnya.
Misalnya, dalam konteks sekolah, masyarakat inklusi tercermin dalam kelas yang beragam dengan siswa-siswi yang unik dan berbeda. Seorang guru kelas dianggap tahu dan memahami cara belajar dari setiap siswa-siswinya. Bila di kelas, ada siswa yang sulit belajar secara abstrak, maka guru mempunyai tanggung jawab untuk  menggunakan dan menyediakan media pembelajaran konkrit untuk siswa tersebut, seperti menggunakan kumpulan lidi untuk belajar konsep penjumlahan.
Contoh lain, seorang anak tidak bisa belajar dalam suasana yang ramai dan ribut, maka saat anak ini membuat pekerjaan rumah, ibunya punya tanggung jawab untuk mengupayakan ketenangan di rumah, misalnya tidak memutar radio dan televisi, mengajak saudara-saudaranya bermain di ruang lain.
Masyarakat inklusi adalah masyarakat yang terbuka bagi semua tanpa terkecuali, yang universal tanpa mengenal perbedaan suku, agama, ras dan ideologi.
Oleh karena itu, dalam masyarakat inklusi kita bertemu dan melakukan interaksi sosial dengan pribadi-pribadi individu yang memiliki keunikan dan perbedaan. Keunikan dan perbedaan dapat dilihat dari etnik, agama dan kepercayaan, warna kulit, postur tubuh, status sosial-ekonomi, latar belakang pendidikan, profesi dan jabatan, budaya seperti bahasa, tradisi, adat istiadat, karakteristik  dan masih banyak lagi perbedaan yang ditemukan.
Dalam masyarakat inklusi, yang terbuka bagi semua, kita tidak hanya bertemu dan melakukan hubungan sosial dengan mereka yang memiliki keunikan dan perbedaan pada umumnya. Kita tidak dapat menghindari pertemuan dengan pribadi-pribadi individu yang memiliki ciri-ciri khusus dengan perbedaan yang sangat menonjol. Mereka memiliki perbedaan dalam kemampuan berpikir, cara melihat, mendengar, bicara, berjalan, dan ada yang berbeda kemampuan dalam cara membaca, menulis dan berhitung, serta ada juga yang berbeda dalam mengekspresikan emosi, melakukan interaksi sosial dan memusatkan perhatiannya. Individu berciri-ciri khusus dengan perbedaan yang sangat menonjol tersebut ialah orang-orang yang memiliki disabilitas, memiliki gangguan  tertentu, dan mempunyai kebutuhan khusus. Mereka ada di sekitar kita, dan dalam masyarakat inklusi, kita dengan peran masing-masing  mengikutsertakan mereka dalam setiap kegiatan.
Jadi, masyarakat inklusi adalah masyarakat yang terbuka dan universal serta ramah bagi semua, yang setiap anggotanya saling  mengakui keberadaan, menghargai dan mengikutsertakan perbedaan.
Setiap warga masyarakat inklusi, baik yang memiliki perbedaan pada umumnya maupun yang memiliki perbedaan khusus yang sangat menonjol, punya tanggung jawab lewat perannya masing-masing dalam mengupayakan kemudahan, agar setiap warga masyarakat secara inklusif dapat memenuhi kebutuhannya, melaksanakan kewajibannya dan mendapatkan haknya terhadap semua bidang kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Senin, 11 Januari 2016

Kamus Sistem Isyarat Bahasa Indonesia – Keluarga

Oleh : Rixhi Saputra

Kali ini saya akan memperkenalkan SIBI yang berhubungan dengan Keluarga. Jika kalian melihat gambar dengan garis putus-putus, maka itu adalah posisi awal gerakan. Lain kali kita akan membahas tandatanda yang ada hubungannya dengan setiap gerak dari bahasa isyarat.




Keluarga

Tangan kanan dan kiri U yang tegak menghadap kedepan berdampingan di depan dada, di gerakan melingkar ke samping depan berlawanan arah sehingga keduanya tegak menghadap pengisyarat
Adik

Tangan kanan B telungkup menghadap ke depan di hadapan badan sebelah kanan, digerakan lurus ke bawah
Anak

Tangan kanan B telungkup menghadap ke depan di hadapan dada, digerakan
melengkung ke atas kanan
Ayah

Tangan kanan A yang tegak menghadap ke kiri dengan ujung ibu jari di
goreskan pada bagian atas mulut di bawah hidung dari tengah ke kiri dan
dari tengah ke kanan
Bapak

Tangan kanan Da yang telungkup mengarahke kiri di goreskan pada bagian atas mulut di bawah hidung dari tengah ke kiri dan dari tengah ke kanan
Bibi

Tanan kanan B yang tegak menghadap ke depan dengan ibu jari menempel di pipi kanan, di tarik ke bawah sambil digoyang -goyangkan.
Ibu

Ujung jari tangan kanan U, yang tegak menghadap ke depan, ditempelkan di daun telinga kanan bawah
Kakak

Tangan kanan B yang telungkup mengarah ke depan di hadapan dada, di gerakan ke atas, sampai setinggi bahu
Kakek

ujung jari tengah tangan kanan K yang tegak menghadap ke kiri, ditempelkan di jakun
                                                                                                                                                                                                                                              Paman
Tangan kanan K yang tegak menghadap ke depan di samping pelipis kanan, digerakan kebawah sambil digoyang -goyangkan
Nenek

Tangan kanan N yang tegak menghadap ke depan di belakang telinga kanan, di gerakan ke bawah sambil digoyangkan
 

Difabel dan saya

KESETARAAN DALAM HAL APAPUN

SAYA(memakai topi merah) DAN PARA SAUDARA-SAUDARA SAYA
ini adalah Sam Hari Kurniawan dengan nama keren/panggilan WAWA Bergelar sarjana hukum lulusan UNIBRAW,kelahiran asli Lumajang
bekerja meng-Advokasi kaum yang lemah,memang terkenal sebagai aktivis kemanusiaan selama aktif sebagai mahasiswa dan sampai saat ini,banyak kasus yang di tanganinya dan terselesaikan dengan baik
walau terkadang dia tidak di bayar sepeserpun oleh kliennya...banyak pelajaran yang saya petik darinya utamanya tentang kesetaraan tentang DIFABEL.

ini adalah Bunga Trotoar band penggemar IWAN FALS yang selalu berdampingan dengan para sahabat-sahabat Difabel disetiap kegiatan mereka,dan mungkin kami adalah grup band pertama yang peduli pada DIFABEL di Kota Jember...







BERBEDA TAPI BISA,ITU LUAR BIASA